25.5 C
Mataram
Sabtu, Juni 12, 2021
BerandaLiputan MediaPilgub NTB Mundur 2024, PKS Siapkan Skenario Politik

Pilgub NTB Mundur 2024, PKS Siapkan Skenario Politik

Mataram (Suara NTB) – Jika tidak ada revisi undang-undang Pilkada, maka pelaksanaan Pilgub Provinsi NTB akan ditarik mundur menjadi tahun 2024. Sehingga akan ada jeda satu tahun dari berakhirnya masa jabatan Gubernur NTB yang selesai di tahun 2023.

Kekosongan kursi orang nomor satu di NTB itu kemudian akan diisi oleh Pejabat pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk dari pemerintah pusat. Sejumlah partai politik pun sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk mengantisipasi perubahan dinamika politik yang akan terjadi dalam masa jeda satu tahun itu.

PKS salah satu yang sudah mulai merancang skenario politik untuk menyikapi mundurnya Pilgub NTB tersebut. Sebab ada kehawatiran tingkat elektabilitas Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah akan terkikis dalam masa jeda satu tahun itu, jika tidak dikelola dengan baik.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW PKS NTB, Sembirang Ahmadi yang dikonfirmasi Suara  NTB mengatakan pihaknya sangat menyadari hal tersebut. Oleh karena itu, PKS sudah menyiapkan langkah-langkah politik untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di masa jeda satu tahun itu.

“Tentu kalau tidak ada revisi, maka Pilgub NTB tetap akan digelar tahun 2024, artinya akan ada masa jeda sekitar satu tahun, yang akan diisi oleh Plt, karena masa jabatan gubernur berakhir tahun 2023. Nah kita di PKS sudah mengantisipasi hal itu, masa satu tahun itu kita sudah siapkan program-program,” ungkapnya.

Dengan demikian PKS tidak sedikitpun memiliki rasa khawatir terhadap elektabilitas Bang Zul. “Saya kira PKS sudah membuktikan diri sebagai sebuah partai politik yang memiliki mesin politik yang cukup baik, soliditas struktur yang bagus. Sehingga meskipun ada jeda setahun itu, insya Allah kami yakin PKS akan kembali memenangkan (Pilgub NTB) itu,” katanya.

Ditegaskan Sembirang, salah satu kunci dalam memenangkan sebuah kontestasi Pilkada yakni, harus memiliki mesin politik yang kuat. Pasalnya jabatan Gubernur tersebut merupakan buah dari sistem kerja politik yang baik.

“Gubernur itu kan sebuah produk dari sistem politik partai yang solid, yang kokoh, kuat dan kompak. Jadi prinsipnya kita adalah memperbaiki mesin politik partai ini agar tetap bisa dalam keadaan siap berlari kencang, dan itu tugas kami sebagai pengurus ini tetap memelihara itu,” katanya.

Oleh karena itu, mulai dari sekarang pihaknya akan makin meningkat kerja-kerja politik kepada masyarakat. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap partai makin tumbuh kuat. Dengan demikian, dukungan masyarakat akan tetap terpelihara dengan baik untuk tetap mendukung Bang Zul pada Pilgub 2024 mendatang. (ndi)

Sumber: Suara NTB

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Most Popular

Recent Comments